Sabtu, 18 September 2010

Meraup fulus dari bisnis tempurung kelapa

Bagi kebanyakan orang tempurung kelapa mungkin tidak berguna. Padahal sebenarnya tempurung kelapa justru sangat berguna untuk dijadikan kerajinan. Siapa sangka dengan bermodalkan limbah tempurung yang dimodifikasi dengan tali pandan dan pelepah pisang, menjadikan produk yang satu bisa memberikan nilai tambah bagi pengrajinnya.
Seperti pengrajin batok kelapa di Jl. Wirapuri, Tenayan Raya, Pekanbaru ini. Para pengrajin Karambil Art berhasil mengembangkan sebuah limbah kelapa menjadi karya property yang menakjubkan. “Kita menjadikan limbah batok kelapa ini menjadi meja, kursi, dan hiasan interior rumah. Dengan sedikit perpaduan dari limbah kayu, kita menyatukannya menjadi sebuah interior rumah yang elegan,” pungkas Fachtarino, pengrajin Karambil Art, Kamis (12/8/2010) kepada riaubisnis.com.
Dengan menempelkan belahan tempurung menjadi ciri pengrajin ini. Potongan-potongan tempurung dengan berbagai ukuran, mulai dari berdiameter tebal hingga berbentuk serpihan dari hasil serutan dikreasikan menjadi hasil yang menarik. Berbagai hasil penempelan tersebut menjadikan berbagai karya properti ini terlihat seperti kerajinan tradisional modern yang memiliki daya imajinasi yang cukup tinggi.
Menurutnya, bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerajianan dari batok kelapa cukup mudah untuk didapatkan, seperti lem kayu, tangkel/batok kelapa, dempul, melamin, amplas dan cat. Selain itu texwood juga dibutuhkan untuk dijadikan rangka kerajinan seperti produk meja dan lemari kecil yang bagian luarnya ditempeli tangkel. Agar terlihat artistik, serat dari tempurung kelapa harus ditonjolkan. Karena diseratlah melekat nilai seni yang kuat daripada usaha ini, selain bentuk-bentuk unik yang dibuat.
Secara umum, proses pembuatan kerajinan batok kelapa oleh Fachtarino masih bisa terbilang sangat sederhana. Peralatan yang digunakan pun masih tradisional. Namun garapan yang dihasilkan relatif cukup halus. Dengan sedikit sentuhan seni lagi, tidak mustahil kerajinan itu bisa tembus ke pasar nasional.
Tidak hanya memproduksi  produk furniture, usaha menengah ini juga tetap menggarap berbagai aksesoris dan suvinir yang masih terbuat dari batok kelapa. Seperti gantungan kunci, dompet, pajangan dinging, dan berbagai hiasan menarik lainnya. Harga yang ditawarkan pun juga relatif murah, mulai dari Rp 3.000 untuk aksesoris hingga Rp 5 juta untuk perlengkapan properti rumah. (*)

  • sumber artikel : http://riaubisnis.com
  • sumber photo : http://riaubisnis.com


Top Blogs Protected by Copyscape Online Copyright Search

Ditulis Oleh : Surya duaenam ~ Media Informasi dan pembelajaran Online

Artikel dengan judul "Meraup fulus dari bisnis tempurung kelapa" ini diposting oleh Surya duaenam pada hari Sabtu, 18 September 2010 . Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.


Artikel serupa yang menarik untuk di baca :
Komentar via facebook
0 Komentar via blogger

0 comments:

Sekedar catatan:

Kotak pada kolom blok komentar ini masih kosong. Maka merupakan suatu kehormatan jika sobat menjadi orang yang paling pertama menuliskan komentar, baik berupa pujian, masukan, kritikan, maupun pertanyaan di kolom komentar yang terletak di bawah kotak ini.

Tak ada yang bisa saya berikan selain ucapan terima kasih karena telah memberikan apresiasi terhadap artikel-artikel Suryapost.com

Cara isi koment: Tidak punya ID untuk berkomentar? Gunakan pilihan Name/URL, isian URL bisa dikosongi / diisi dengan alamat FB
(Blog Dofollow)

Klk untuk lihat semua koleksi lengkapnya. cocok untuk dp BBM anda

Dunia Remaja yang penuh keunikan

Sehat itu bahagia loh

Yang butuh inspirasi peluang bisnis

Mencatat ide biar gak lupa

Download siapa tau berguna