Senin, 23 Agustus 2010

Bisnis Kedai Kopi

Tips buka usaha langsung laris


Para investor yang tergiur dengan potensi pasar kedai kopi, kini memiliki peluang untuk merealisasikan niatnya. Karena makin banyak pemilik merek kedai kopi baik lokal maupun asing menawarkan kepemilikan kedai lewat sistem waralaba, dan mitra bagi hasil.

Gairah membuka kedai kopi terlihat sejak 3 tahun terakhir. Dari Yogyakarta, sekelompok anak muda sukses mengembangkan Kedai Kopi dan It's Coffee. Investasi setiap gerai Rp175 juta - Rp 250 juta.
Respons positif pasar terhadap jasa layanan itu pula yang membuat terwaralaba kedai asal Thailand Black Canyon Coffee mampu dengan cepat memperluas jaringannya di Indonesia, hingga memperoleh penghargaan dari Pemerintah Negeri Gajah Putih itu.
Kegairahan juga tampak dari ekspansi pabrikan kopi ke bisnis kedai. Sebut saja Kapal Api yang
membuka Excelso Caf鬠dan kopi Torabika yang membuka Kedai Kopi Torabika.

Penawaran kedai kopi waralaba dan bagi hasil juga dibuat dengan ketentuan modal yang lebih
terjangkau bagi kalangan menengah. Sebelumnya, Black Canyon Cofee menawarkan waralaba kedai kopinya dengan modal Rp1,5 miliar - Rp 2 miliar, sekarang membuat format yang bisa dijangkau dengan investasi Rp 500 juta.
Begitu juga kedai kopi Bengawan Solo Coffee. Besaran modal berbeda ditetapkan bagi mitranya, sesuai dengan tipe gerai. Untuk konsep tempat berjualan booth (gerobak) tanpa kursi Rp100 juta, tipe island di ruangan terbuka seperti di lobi dengan kursi terbatas Rp150 juta, adapun berbentuk toko investasinya mulai dari Rp300 juta.
Mufid Wahyudi, Presiden Direktur PT Boga Citra Cemerlang - terwaralaba utama Black Canyon Coffee di Indonesia, meyakini kedai kopi bukan ajang bisnis musiman, yang marak kemudian segera padam. "Penyuka kopi akan selalu tetap menggemarinya, tidak seperti jenis minuman lainnya. Oleh karena itu, saya yakin bisnis kedai kopi booming-nya bukan seasonal," kata Mufid. Justru, bisnis kedai kopi makin manis.

Seni kopi
Dibandingkan dengan minum kopi di warung yang hanya Rp2.000 per gelas, kedai kopi bernuansa modern memang menjual minuman kopi dengan harga yang berlipat ganda.
Mufid mengatakan jaminan kepada konsumen yang diminumnya adalah kopi segar, yaitu biji kopi baru dihaluskan jika akan disajikan, serta 100% kopi yang dihirup konsumen murni tanpa campuran komoditas lain, seperti jagung, menyebabkan harga jualnya bisa mencapai sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per gelas.
Selain itu, mesin peracik kopi yang biasa dibuat para barista (peracik minuman kopi) biasanya
merupakan impor dari Italia, harganya bisa mencapai Rp 50 juta.
Penyajiannya dengan perhitungan yang tepat untuk mendapatkan suhu serta kehalusan krem campuran dan penyajian minuman kopi dengan tambahan lainnya dapat tampil bertekstur indah untuk frappe coffee juga menuntut kepiawaian.
Belum lagi seni melukis di atas permukaan kopi untuk menyajikan latte art, juga butuh keahlian. Jadi, selain kualitas, konsumen juga membayar kopi untuk menghargai seni peraciknya.
Karena itu gaya hidup terutama kalangan muda baik wanita dan pria dengan mengadakan pertemuan di kedai kopi kini menjadi zamannya. Karena.kopi tidak lagi hanya sebagai minuman warna hitam pekat, pahit, dan diminum untuk penghalau kantuk.
Karena banyak peminat kedai kopi marak bermunculan di berbagai lokasi, baik di mal, permukiman, perkantoran, bahkan di kampus. Harga tampaknya tidak menjadi kendala untuk memenuhi tuntutan gaya hidup.
Fenomena tersebut memberi prospek bagi bisnis kedai kopi. Widjojo, pengelola kedai kopi Bengawan Solo Coffee yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya, mengatakan satu gerai mampu menjual 50-100 gelas minuman per hari. "Dengan sistem joint venture, investor mendapatkan bagi hasil. Dan akan mampu mendapatkan kembali modalnya selama 2 tahun," ujar Widjojo.

Titin, Direktur PT Semesta Selaras, yang mengoperasikan Cofee Stop, menjanjikan kepada minta kerjasamanya akan mampu mendapatkan kembali modal Rp75 juta untuk membeli booth Coffee Stop dan kelengkapan pembuat kopi dalam tempo kurang dari 9 bulan.
Peminat booth Coffee Stop terus bertambah. Sekarang ada 25 booth Coffee Shop di sejumlah lokasi tempat peristirahatan di jalan tol serta taman hiburan. Dalam sehari satu gerai menjual 50 gelas dengan harga Rp9.000 - Rp19.900 per gelas. "Meski banyak pesaing, dengan rasa kopi yang ditawarkan konsumen akan tetap mencari kami untuk minum kopi," kata Titin.

Protected by Copyscape Online Copyright Search

Ditulis Oleh : Suryapost dotkom ~ Media Informasi dan pembelajaran Online

Hi, Apa kabar?. Artikel di atas yang berjudul "Bisnis Kedai Kopi" ini ditulis oleh (seorang blogger pemula yang ingin terus belajar dan berbagi ilmu). Artikel ini di tulis pada hari Senin, 23 Agustus 2010 . Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.


Artikel serupa yang menarik untuk di baca :
Komentar via facebook
1 Komentar via blogger

1 comments:

Jayavo mengatakan...

Bisnis kopi memang bisnis yang cukup menjanjikan, dimana diindonesia ini banyak sekali orang yang suka minum kopi.
Banyak juga yang berhasil mendulang uang dari bisnis ini.

Cara isi koment: Tidak punya ID untuk berkomentar? Gunakan pilihan Name/URL, isian URL bisa dikosongi / diisi dengan alamat FB
(Blog Dofollow)

Klk untuk lihat semua koleksi lengkapnya. cocok untuk dp BBM anda